Senin, 25 November 2013

‘Kitab Suci’ Hermawan Kartajaya

oleh: Ahmadun Yosi Herfanda
Seperti memantapkan kapasitasnya sebagai pakar marketing paling mahal, Hermawan Kartajaya melansir sekaligus sembilan buku (seri) tentang pemasaran. Dengan bingkai Seri 9 Elemen Marketing, seri buku itu terdiri dari Brand, Marketing Mix, Segmentation, Differentiation, Positioning, Targeting, Selling, Service,dan Process.
Meskipun telah dilansir April 2006, sampai penghujung 2007 belum ada buku marketing yang dapat disejajarkan dengan buku seri tersebut, baik dari sudut popularitas penulisnya maupun kelengkapan isinya.
Buku yang diterbitkan oleh PT Mizan Pustaka dan Mark Plus Co (Maret, 2006) itu, barangkali, dapat dianggap sebagai ‘kitab suci’ marketing yang mungkin hanya bisa ditandingi oleh The Five Forces-nya Michael Porter atauThe Discipline of Market Leader-nya Michael Treacy dan Fred Wiersema.
Salah satu buku yang menarik dari sembilan seri marketing itu adalah Marketing Mix, karena membahas tentang kepemimpinan pasar (market leader) di tengah persaingan usaha yang makin ketat, dengan model-model marketing yang sederhana namun terbukti ampuh.
Topik market leader juga menjadi sangat relevan, mengingat dewasa ini sangat banyak perusahaan lokal, nasional, maupun multi-nasional, yang jatuh bangun atau bahkan gulung tikar, karena gagal mempertahankan kepercayaan pasar yang terus berubah (dinamis).
Buku setebal 230 halaman itu juga membahas berbagai aspek penting marketing serta kunci-kunci sukses untuk menembus serta mempertahankan kepemimpin pasar. Menariknya, tiap uraian disertai contoh-contoh perusahaan yang sukses melakukannya, sehingga model-model pemasaran yang disampaikan Hermawan menjadi lebih meyakinkan pembaca.
Lepas dari kelebihan-kelebihan tersebut, pembaca yang kritis akan tahu bahwa model-model yang dikemukakan oleh Hermawan, baik dalam Marketing Mix maupun kedelapan buku seri marketing lainnya, bukan sepenuhnya konsep baru. Model-model itu telah banyak diketahui dan dipraktekkan oleh sementara pebisnis.
Memang, seperti diakui oleh Hermawan, model-model itu telah diciptakannya lebih dari sepuluh tahun yang lalu dan sudah sering disampaikan dalam berbagai kesempatan. ”Namun, semakin saya menggunakan model-model ini, saya makin yakni bahwa model ini memang sangat kukuh dan solid,” tulisnya dalam Marketing Mix.
Untuk keyakinannya itu, Hermawan merujuk pada sikap Michael Porter yang tetap konsisten menggunakan model The Five Forces- walau dinilai terlampau kuno namun tetap ampuh hingga sekarang. Maka, hingga saat ini Hermawan tetap kukuh menggunakan model itu untuk membantu menganalisis dan menyusun strategi berbagai perusahaan.
Hal menarik lain dari buku-buku Hermawan adalah cara penyampaiannya yang memakai gaya bertutur (story telling) yang mengalir dan komunikatif. Masalah-masalah pemasaran yang rumit ditulis dalam bahasa yang sederhana, dengan contoh-cntoh nyata, sehingga gampang dipahami oleh pembaca.
Salah satu contoh menarik yang dikemukakannya adalah kesuksesan Nokia, yang menjadi pemimpin pasar telepon genggam (hand phone – HP) sejak 1998 hingga kini. Bercikal-bakal dari perusahaan pengolahan kayu di Finlandia, Nokia kini menguasai sekitar sepertiga pasar telepon genggam di dunia. Dan, di Indonesia, Nokia bahkan memiliki market share lebih dari 60 persen.
Apa rahasia sukses Nokia? Menurut Hermawan, tidak ada rahasia sukses. Tapi, ada jurus-jurus sederhana yang memang bukan rahasia lagi untuk dapat terus memimpin pasar. Untuk ini ia mengutip pendapat Michael Treacy dan Fred Wiersema dalam buku The Discipline of Market LeaderAda tiga faktor yang harus diperhatikan untuk menjadi pemimpin pasar yang sukses:
Pertama, operasionalisasi yang prima (operational excellence). Faktor ini penting, karena menjadi pertimbangan konsumen, setidaknya mempengaruhi keputusan mereka, dalam memilih produk dan berbelanja. Salah satu contohnya adalah Wal-Mart, yang memanfaatkan teknologi informasi (TI) dalam mengatur stok barang dengan supplier.
Kedua, kepemimpinan produk (product leadership). Setiap perusahaan harus mampu menghasilkan produk-produk baru yang merupakan terobosan dalam bisnisnya. Selain Nokia, contoh lainnya adalah Intel yang selalu melahirkan microprocessor baru yang makin cepat dan andal.
Ketiga, keintiman dengan pelanggan (customer intimacy). Perusahaan yang punya customer intimacy bagus akan mampu mengetahui kemauan konsumen. Nokia, juga Intel, dapat menunjukkan customer intimacy yang bagus, sehingga mampu mempertahankan kepemimpinan pasarnya.
Sebuah perusahaan, menurut Hermawan, tidak perlu menjadi yang terbagus dalam ketiganya, karena akan sangat sulit. Yang penting adalah meramu ketiganya menjadi langkah-langkah bisnis yang strategis, sehingga sukses menjadi pemimpin pasar.
Dari lingkungan MarkPlus, kini juga terbit buku berjudul MarkPlus on Marketing, The Second Genera8ion (Gramedia, 2007) yang ditulis oleh generasi kedua pasca-Hermawan Kartajaya. Mereka (delapan orang) adalah Jacky Mussry, Michael Hermawan, Taufik, Yuswohady, Paul Patty, Suryo Sukarno, Hasan, dan Alexander Mulia.
Buku ini bisa jadi bermaksud menyempurnakan model-model marketing Hermawan yang mungkin oleh sebagian pebisnis dianggap sudah usang. Meskipun, tidak dapat dinafikan masih banyak pebisnis, yang mengganggap model-model marketing Hermawan itu masih sangat ampuh, seperti keyakinan banyak orang terhadap The Five Forces-nya Michael Porter model klasik tapi tetap diyakini keampuhannya oleh banyak pebisnis.
*Penulis adalah Redaktur Pustaka Republika

Niche Market

Definisi Niche Market

Banyak berita tentang runtuhnya bisnis dotcom di tengah berkembangnya jumlah pemakai teknologi internet. Apalagi media masa menyorotnya seolah-olah masa depan bisnis internet tidak cerah lagi.

Jika anda mengikuti berita tentang internet, saat ini ada puluhan juta website yang meramaikan dunia internet, tetapi hanya 5% yang mampu memperoleh keuntungan besar dari bisnis internetnya.

Berita baiknya, di dalam 5% yang sukses tersebut ternyata kebanyakan adalah justru internet bisnis perorangan, SOHO (Small Office/Home Office). Ada 1 faktor penting untuk sukses di bisnis internet, yang justru diabaikan oleh pebisnis besar yang akhirnya mengakibatkan runtuhnya bisnis dotcom mereka. Di lain pihak, satu faktor inilah yang menjadikan internet bisnis perorangan/SOHO sukses masuk di dalam 5% tersebut.

Dan tanpa bermaksud menyombongkan diri, internet bisnis kami, yang akan diceritakan sebentar lagi, telah berhasil berada di dalam kelompok 5% di atas. NICHE MARKET! 

Anda tentunya pernah mendengar kata ini, tetapi mungkin belum menyadari betapa powerfulnya efek yang dihasilkan dari penerapan kata-kata tersebut, karena saya telah merasakannya, dan ingin berbagi dengan anda melalui tulisan ini.
Niche pada pokoknya adalah sebuah kelompok orang/pasar dengan area of interest yang sempit/khusus di tengah pasar yang lebih besar.
Secara mudahnya, niche marketing adalah lawan dari mass marketing. Mass marketing berusaha mencapai seluruh target pasar yang sangat besar tanpa memilih sebuah target khusus. Kegagalan bisnis dotcom biasanya disebabkan oleh ambisinya untuk menyediakan segala sesuatu untuk semua orang. Sedangkan niche marketing memfokuskan pada produk yang KHUSUS dan TERFOKUS untuk target pasar yang SANGAT SPESIFIK. Inilah Niche Market Secrets, sederhana bukan?
Jika anda mengunjungi suatu website balita misalkan, anda akan tahu bahwa informasi yang ada adalah sangat spesifik dan terfokus untuk orangtua yang mempunyai anak balita.
Secara analogi, jika anda adalah seekor ikan kecil di kolam yang besar (laut mungkin), hampir pasti anda akan dimakan oleh ikan yang lebih besar. Tetapi, jika anda adalah seekor ikan besar di kolam kecil, hidup anda akan jauh lebih nyaman, tanpa takut ada ikan yang lebih besar di kolam tersebut.

Rahasia 36 Strategi Perang a la Sun Tzu (Seni Perang Sun Tzu)

Rahasia 36 Strategi Perang a la Sun Tzu (Seni Perang Sun Tzu)


Bab 1. Strategi untuk Menang
Strategi 1
Perdaya Langit untuk melewati Samudera.
Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.

Strategi 2
Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.
Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.

Strategi 3
Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)
Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.

Strategi 4
Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.
Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.

Strategi 5
Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.)
Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.

Strategi 6
Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.
Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.

Bab 2. Strategi Berhadapan dengan Musuh
Strategi 7
Buatlah sesuatu untuk hal kosong.
Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah breaksi terhadap tipuan pertama dan –biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. Oleh karenanya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.

Strategi 8
Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.) Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.

Strategi 9
Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.
Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antar mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.

Strategi 10
Pisau tersarung dalam senyum.
Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahasia.

Strategi 11
Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)
Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.

Strategi 12
Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)
Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.
Bab 3. Strategi Penyerangan
Strategi 13
Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.

Strategi 14
Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.) Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.

Strategi 15
Giring macan untuk meninggalkan sarangnya.
Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.

Strategi 16
Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.
Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.

Strategi 17
Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.

Strategi 18
Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.

Bab 4. Strategi Chaos/Kekacauan
Strategi 19
Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)
Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumberdayanya.

Strategi 20
Memancing di air keruh.
Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.

Strategi 21
Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.)
Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.

Strategi 22
Tutup pintu untuk menangkap pencuri.
Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.

Strategi 23
Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.
Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.

Strategi 24
Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang.

Bab 5 Strategi Memanfaatkan Alam
Strategy 25
Gantikan balok dengan kayu jelek.
Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.

Strategi 26
Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya.
Untuk mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.

Strategi 27
Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.)
Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.

Strategi 28
Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)
Dengan umpan dan tipu muslihat giring musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.

Strategi 29
Hias pohon dengan bunga palsu.
Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.

Strategi 30
Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.
Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.
Bab 6 Strategi Kalah
Strategi 31
Jebakan indah. (jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.) Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.

Strategi 32
Kosongkan benteng. (Jebakan psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan jebakan.)
Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.

Strategi 33
Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)
Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.

Strategi 34
Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)
Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.

Strategi 35
Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan (Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)
Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.

Strategi 36
Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:
“Jika seluruhnya gagal, mundur”
Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!

BRAND INTEGRITY (INTEGRITAS MEREK)

BRAND INTEGRITY (INTEGRITAS MEREK)

Integrity menghubungkan positioning dengan differentation Artinya, positioning yang merupakan janji atau promise sebuah brand itu harus benar-benar punya integritas! Kalau tidak, malah akan jadi back fire. Karena itu, jangan cuma punya slogan yang cantik, tapi gak ada kenyataannya. Dalam kasus MarkPlus Inc, diferensiasi itu terlihat jelas
Positioning
Untuk menciptakan suatu brand. Harus ada alasan yang jelas brand itu diciptakan untuk jadi apa. Positioning juga akan menentukan target market yang akan dicapai berdasar segmen-segmen yang terlihat.
 Posisitioning adalah bagaimana suatu perusahaan mampu secara tepat memposisikan produk, merek, atau perusahaannya di benak pelanggan.
Differentation
Adalah elemen pertama dari Taktik pemasaran dalam era Legacy Marketing. Diferensiasi merupakan core tactic dari sebuah perusahaan, karena lewat diferensiasi inilah pelanggan bisa benar-benar melihat perbedaan antara suatu merek dengan pesaingnya, dan kemudian memutuskan untuk memilih merek itu sendiri. Berbeda dengan posisitioning yang hanya dipersepsikan berbeda oleh pelanggan, differensiasi lebih ke upaya menciptakan perbedaan-perbedaan suatu merek dengan merek lainnya yang bersifat lebih konkret dan signifikan. Artinya sebuah merek harus benar-benar berbeda dalam hal konten (apa yang ditawarkan), konteks (bagaimana cara menawarkannya), dan infrastruktur (enabler) yang digunakan untuk menciptakan konten dan konteks tersebut.
Jadi, jika positioning tidak didukung oleh diferensiasi, bisa terjadi overpromise underdeliver. Hal ini dapat merusak merek dan reputasi perusahaan yang bersangkutan. Di lain pihak, jika positioning didukung oleh diferensiasi, perusahaan akan membangun integritas merek yang kuat. Hal ini berarti, brand image dalam benak pelanggan adalah serupa dengan brand identity yang dikomunikasikan oleh perusahaan
Di era new wave yang harus di bangun bukanlah differensiasi tapi coding, yaitu proses memasukkan diferensiasi ke dalam “DNA” merek maupun pelanggannya. Perusahaan harus bisa mengindentifikasi perbedaan yang ada sampai ke “tingkat DNA” dan harus selalu terkonek dengan para pelanggan sehingga mampu membuat produk yang sangat pesonal. Contoh: perusahaan dell yang menciptakan produk berdasarkan keinginan personal dari masing-masing konsumennya.
Brand Integrity baru dapat terwujud apabila kita menepati dari semua value yang kita tawarkan. Brand Integrity juga perlu dijaga dengan memberikan kualitas dan pelayanan yang konsisten.

KREATIVITAS DALAM SIASAT SUN TZU

KREATIVITAS DALAM SIASAT SUN TZU



Prof.Dr.Faisal Afiff, SE.Spec.Lic
Beliau adalah seorang pengajar dan telah meniti karir di Fakultas Ekonomi UNPAD selama 45 Tahun. Pendidikan terakhir S3 Bidang Ilmu Ekonomi Belgia dengan spesialisasi pengajaran di bidang Bidang Ilmu Marketing dan Distribusi. Saat ini menjabat sebagai Guru Besar.
Bandung, Juli 2012

" The Art of War adalah karya siasat militer klasik yang ditulis oleh pemikir strategi militer Cina, Sun Tzu, sekitar 500 SM, yang ditulis dengan ringkas, lugas dan padat dengan hanya 7.000 kata-kata yang memiliki pengaruh besar di seluruh dunia.  Karya yang terdiri dari 13 bab ini masing-masing dikhususkan membahas aspek peperangan, dianggap sebagai karya definitif tentang strategi dan taktik militer yang diminati luas dari waktu ke waktu, dan wawasan militernya sampai sekarang masih dibaca oleh perwira militer senior di hampir seluruh negara."

The Art of War adalah karya siasat militer klasik yang ditulis oleh pemikir strategi militer Cina, Sun Tzu, sekitar 500 SM, yang ditulis dengan ringkas, lugas dan padat dengan hanya 7.000 kata-kata yang memiliki pengaruh besar di seluruh dunia.  Karya yang terdiri dari 13 bab ini masing-masing dikhususkan membahas aspek peperangan, dianggap sebagai karya definitif tentang strategi dan taktik militer yang diminati luas dari waktu ke waktu, dan wawasan militernya sampai sekarang masih dibaca oleh perwira militer senior di hampir seluruh negara. Meskipun telah bermunculan strategi khas abad ini, seperti blue ocean strategi-nya W. Chan Kim yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan.

Mungkin dalam perspektif Kim, karya Sun Tzu masuk dalam kategori red ocean sebagai strategi yang berdarah. Perbincangan menarik perbedaan antara karya Sun Tzu dan W. Chan Kim perlu didiskusikan dalam kesempatan lain, dan yakin bahwa strategi blue ocean-nya Chan Kim juga diilhami oleh suasana percaturan politik di masa-masa tradisi pemerintahan raja-raja Korea masa lalu, sebagaimana yang diputar dalam salah satu serial televisi di tanah air. “Tidak ada yang baru di bawah sinar matahari”, begitu kata William Shakespeare.

Harus diakui The Art of War adalah karya  analisis  tajam tentang  perang yang menakjubkan, suatu langkah strategis tentang bagaimana  informasi diperoleh, dianalisis dan menghitungnya secara ekstensif sebelum dilakukan peperangan. Disamping itu bagaimana memeriksa faktor-faktor kritis dalam perang serta pentingnya mengenali peluang strategis dan membatasi ruang gerak musuh. Suatu strategi dan taktik yang menuntut penggunaan kreativitas, inovasi dan ketepatan waktu dalam membangun momentum kemenangan, disamping pentingnya mengembangkan sumber-sumber intelijen yang handal dan kontra intelijen.

Tentu saja dalam dekade terakhir, karya Sun Tzu juga telah mempengaruhi pemikiran di bidang bisnis. Popularitas buku ini terus berkembang dan telah menginspirasi  banyak manajer dan pemimpin yang semakin berusaha untuk menerapkan prinsip-prinsip strategi dalam menghadapi  tantangan bisnis mereka. Penerapan prinsip seni perang untuk dunia usaha bukan pemetaan konseptual yang sulit, yang lebih dibutuhkan adalah pemetaan dan kelincahan manuver serta penggunaan mata-mata  intelijen guna memetakan kekuatan dan kelemahan kompetitor. Namun, yang agak luput dari perhatian publik adalah tentang bagaimana penerapan karya Sun Tzu khusus bagi kegunaan suatu inovasi.

Padahal Sun Tzu juga berbicara tentang bagaimana bekerja dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, katakanlah seperti dalam jumlah tentara dan potensi pasukan, dengan mengatur siasat yang lebih efektif dan ampuh untuk mengubah perimbangan kekuatan. Nilai kreatif dari karya Sun Tzu tersebut diperoleh dari pengalaman para pengagumnya.
Yang pertama adalah sebuah pengalaman dari Jenderal Han Hsin (204 SM) yang pernah dipaksa untuk menghadapi tentara yang jauh lebih besar di provinsi Chao, yang dikenal kaya. Ia merencanakan suatu muslihat yang benar-benar brilian. Pertama, sebelum pertempuran, ia melepas satuan kecil kavaleri berjumlah 2000 orang untuk bersembunyi dibalik bukit sampai saatnya dipanggil yang masing-masing ditandai dengan pengenal bendera merah.

Kedua, ia mengirimkan sebuah divisi  terdiri dari 10.000 laki-laki, dan diperintahkan  untuk membentuk  garis pertempuran disepanjang Sungai Ti. Jenderal Han percaya bahwa satu-satunya cara agar memikat orang-orang Chao meninggalkan benteng mereka, apabila mereka merasa bahwa suatu kemenangan sudah dekat, dan mereka dapat mendeteksi dari pola bunyi  tambur yang ditabuh komandan yang memerintahkan mundur atau melarikan diri.  Seolah merasa kewalahan Jenderal Han terjun ke medan perang, meninggikan bendera dan memerintahkan tambur ditabuh yang segera terbaca oleh musuh. Maka terjadilah pertempuran besar yang sengit yang berlangsung selama beberapa waktu, pihak musuh terus mendesak, tiba-tiba para penabuh akhirnya meninggalkan tambur dan bendera di lapangan, dan para pasukan pun mulai ikut melarikan diri. Melihat gelagat ini, Chao dan seluruh tentara bergegas keluar dari benteng mereka untuk mengejar pasukan yang melarikan diri.

Pasukan yang lari berhasil bergabung dengan pasukan di tepi sungai yang tengah berjuang hampir putus asa. Pasukan Chao benar-benar melihat bahwa kemenangan sudah  berada di depan mata. Tiba-tiba,  ke 2000 pasukan kavaleri yang tadi disembunyikan di balik bukit yang sepi, memecah keheningan dan dengan kecepatan kuda menyeruak dari balik bukit, tiba-tiba dengan serangan kilat merobek-robek bendera musuh dan menggantinya dengan bendera merah Han. Ketika tentara Chao menoleh dan  pengejaran sejenak terhenti, mereka terkesiap dengan banyaknya bendera-bendera merah memukul dari belakang mereka dengan teror.

Tadinya tentara Chao meyakini bahwa Han telah kalah dan segera akan dikuasai raja mereka, namun dengan serbuan mendadak ini terjadi kekacauan dan kepanikan yang hebat, dimana setiap usaha perlawanan yang dilakukan menjadi sia-sia. Kemudian tentara Jenderal Han menyerbu mereka dari rusuk kedua belah sisi dan menyelesaikan kemenangan, membunuh banyak tentara musuh dan menangkap sisanya diantara mereka adalah Raja Chao sendiri.

Setelah usai pertempuran, beberapa perwira Han Hsin datang menghadap kepadanya dan bertanya, "Dalam pola siasat Sun Tzu , kita diberitahu untuk memilih sebuah bukit di bagian belakang kanan, dan sungai atau rawa di bagian depan kiri. Namun paduka melakukan hal sebaliknya, memerintahkan kami untuk menyusun pasukan disepanjang sungai di belakang kami, tentu kami belum terpikir untuk melakukannya dalam kondisi tersebut, bagaimana dengan siasat itu kemenangan dapat diraih?.” Jenderal Han dengan tenang menjawab: "Saya khawatir karena pemahaman anda sekalian dalam seni perang belum lengkap: “bukankah ada tertulis di sana bahwa perlu menempatkan pasukan dalam bahaya yang mematikan, dan tidak ada jalan lari untuk mereka, kecuali berenang menyeberangi sungai yang deras, bukankah hal itu akan memaksa mereka gigih bertahan? Jika saya tidak menempatkan pasukan dalam posisi di mana mereka berkewajiban memperjuangkan hidup mereka dengan gigih, maka kita tidak akan pernah menang melawan tentara yang lebih besar.” Akhirnya para perwira mengakui kekuatan argumen sang jendral dan berkata: "Ini adalah taktik lebih tinggi  yang luput dari jangkauan kami". 
da dua pelajaran indah di sini. Pertama, memetik hikmah kisah sukses akhir-akhir ini yang diperoleh Apple, mirip dengan strategi Steve Jobs yang meminta insinyurnya melakukan suatu hal mustahil. Dalam hal ini seorang pemimpin besar melakukan apapun untuk mengekstrak karya terbaik dari para pekerjanya. Kedua, dan ini mungkin pelajaran lebih penting, tidak selalu mengikuti Art of War seperti membaca buku resep. “Penguasaan sejati dari seni tidak berbentuk”. Sekali lagi, memetik hikmah pelajaran dari suatu konsep formulasi strategi, tidak berarti seseorang harus memperlakukannya sebagai  resep, apalagi untuk terjadinya suatu inovasi dibutuhkan suatu imajinasi, dan yang terpenting bagaimana kreasi orisinal muncul dari diri sendiri.

Sebagai contoh, ketika seseorang mengadopsi perencanaan inovasi sumber daya dan  manajemen misalnya, ia  tidak dapat mengambil alih suatu konsep secara membabi buta. Seseorang penting memahami konteks yang lengkap untuk terjadinya suatu kreasi dalam organisasi, termasuk pemahaman terhadap sistem dan lingkungan serta memperbaiki kelemahan organisasi untuk meningkatkan kekuatan organisasi. Dengan cara ini, seseorang benar-benar dapat menulis ulang tentang DNA organisasi untuk menjadi lebih kreatif dengan cara alami dan organik.

Selanjutnya, ada kisah kedua dari pembaca Art of War, suatu kisah yang  agak lebih mengerikan memang. Namun sebagai ilustrasi ini merupakan pelajaran berharga sehingga perlu berbagi cerita. Dalam masa pemerintahan dinasti Wu, Sun Tzu diundang raja untuk berkunjung ke istana, dan raja berkata kepadanya, "Secara teliti aku telah membaca ke  13 bab karya Anda, tiba saatnya saya ingin menguji teori anda dalam mengelola disiplin tentara, semacam uji coba sedikit?." Sun Tzu menjawab: "Ya, tentu saja." Raja kemudian bertanya: "Bagaimana kita menerapkan teks Anda dalam pasukan perempuan?" Sekali lagi Sun Tzu mengiyakan, karena teorinya harus berlaku untuk semua  tentara tanpa memandang unsur gender, maka persiapan telah dilakukan untuk membawa 180 wanita keluar Istana.

Sun Tzu membagi mereka menjadi dua regu, dan untuk masing-masing regu ditempatkan salah seorang selir favorit raja sebagai kepala regu atau komandan pasukan. Sun Tzu kemudian memerintahkan mereka untuk mengambil tombak di tangan dan menyapa mereka: "Saudara, saya kira anda semua tahu perbedaan antara depan dan belakang, tangan kanan dan tangan kiri". Gadis-gadis semua serempak menjawab: "Ya!" Sun Tzu melanjutkan, "Ketika saya mengatakan: “mata ke depan!” Anda semua harus melihat lurus ke depan, begitupun ketika saya berkata 'belok kiri!', Anda semua harus menghadap ke arah tangan kiri. Ketika saya berkata ‘belok kanan!’, "Anda harus menghadap ke arah kanan tangan. Ketika saya mengatakan 'balik kanan,' Anda harus melakukan putaran yang benar dengan punggung anda.

Apakah Anda semua mengerti hal ini? " Sekali lagi gadis-gadis serentak berkata ”mengerti!”. Demikian aba-aba dan perintah yang telah dijelaskan.
Sambil dibarengi suara tambur, Sun Tzu memberi aba-aba “belok kanan!”. Sambil tertawa cekikikan para gadis berbelok dengan tidak beraturan. Sun Tzu berkata: "Jika  perintah saya tidak jelas dan berbeda, jika perintah tidak sepenuhnya dipahami, maka sayalah yang harus disalahkan." Pengaturan barisan dilakukan, dan kembali perintah diberikan:  "belok kiri !" dengan nada keras dan jelas.
Kembali  para gadis-gadis malah meledak tertawa terbahak-bahak. Sun Tzu kembali berkata: "Jika kata-kata perintah tidak jelas dan berbeda, jika isi perintah sepenuhnya tidak dipahami, saya yang harus disalahkan, tetapi jika perintah difahami jelas, dan regu pasukan tetap tidak taat, maka itu adalah kesalahan dari kepala regu mereka." Sambil berkata demikian, Sun Tzu memerintahkan para kepala regu kedua pasukan untuk dihukum penggal. Raja Wu yang sedang menonton adegan itu dari atas sebuah podium sejenak terkesiap dan mengangkat tangan mencegah, ketika ia melihat bahwa selir favoritnya hendak dieksekusi, sambil meremas dadanya karena khawatir,  segera ia berkata : "Kami sekarang sudah puas menguji kemampuan menangani pasukan, namun jika kami harus kehilangan dua selir, hidangan daging dan minuman ini tidak lagi mengundang selera, dan kami ingin mereka tidak usah dipenggal." Sun Tzu menjawab: "Setelah menerima perintah awal dari yang mulia untuk menjadi jenderal dalam menggembleng pasukan, saya sangat terikat dan harus menjamin keberhasilan kerajaan yang anda pimpin, perintah ini saya pegang teguh yang Mulia, dan saya bertindak dalam kapasitas itu, saya tidak dapat menerima keberatan yang mulia. Suasana hening dan tegang.

Karena gelar pasukan ini disaksikan khalayak, dan setiap ucapan dan perintah disimak hadirin, maka raja dengan terpaksa menyerah dan membiarkan kedua selirnya dipenggal. Maka acara dilanjutkan dan segera mengganti kedua selir yang dipenggal dengan dua selir favorit berikutnya, sebagai kepala regu atau komandan pada pasukan masing-masing. Tentu saja suasana tambah mencekam, apalagi kecemasan dari air muka raja. Ketika pergantian sudah dilakukan, kembali tambur dibunyikan untuk latihan sekali lagi, dan para gadis-gadis rapih berbaris, hening dan sigap menyimak instruksi, patuh bergerak serempak beralih dari kanan ke kiri, berbaris ke depan atau berputar kembali, berlutut atau berdiri, dengan akurasi sempurna dan presisi dengan mulut terkatup rapat tak bersuara. Untuk kali ini penyelenggaraan latihan benar-benar sempurna.

Demikianlah terhadap kisah ini, tanpa harus disimpulkan, silahkan masing-masing melakukan interpretasi sendiri. Tantangan masa depan dan kreasi yang harus dilakukan ada pada pundak masing-masing. Yang jelas mempelajari seni dan strategi tidak seperti membaca sebuah resep, ada suatu kepentingan yang lebih besar yang perlu dipertimbangkan. Tentu di era reformasi ini, bagi para legislatif yang memiliki banyak selir tidak perlu khawatir.



Tag: http://www.fe.unpad.ac.id/id/arsip-fakultas-ekonomi-unpad/opini/2384-kreativitas-dalam-siasat-sun-tzu